Jumat, 28 Januari 2011

Zealandia

Zealandia, Wisata Populer di Selandia Baru
Headline



Jakarta - Dahulu, di lembah hutan Wellington (Zealandia) binatang-binatang langka asli Selandia Baru berkembang biak dan hidup bebas di tempat yang aman dan unik. Saat ini Zealandia menjadi salah satu wisata terpopuler di Selandia Baru.

Zealandia buka setiap hari mulai pukul 10.00-17.00 waktu setempat. Biaya masuk ke ruang pameran adalah NZD18,5 (sekitar Rp128 ribu) untuk orang dewasa dan NZD9 (sekitar Rp62 ribu) untuk anak-anak.

Segera setelah melangkah melalui pintu ruang Zealandia, Anda seperti tiba di planet lain, kembali ke Selandia Baru 1.000 tahun lalu. Lalu berbagai koleksi pameran di sana mulai bercerita tentang kedatangan manusia dan kehancuran yang menyertainya. Gambaran ini didukung dengan suara dan tata cahaya pada layar berukuran 11 meter.

Beralih ke lantai atas Anda masih bisa melihat berbagai pameran yang dibuat replikanya. Zealandia benar-benar menjaga berbagai spesies hewan itu tetap utuh dan nampak dalam habitat alaminya.

Setelah selesai menjelajahi pameran, Anda bisa memesan kopi atau makan siang di kafe Rata yang menghadap ke danau. Setelah itu bisa bergabung dengan tur atau berpetualang sendiri menggunakan peta yang tersedia.

Zealandia yang berada di ujung Jalan Waiapu, Karori, Wellington merupakan atraksi konservasi yang bernaung dalam organisasi Karori Sanctuary Trust. Organisasi itu memiliki visi luar biasa yaitu mengembalikan sudut daratan Selandia Baru sedekat mungkin dengan kondisi sebelum kedatangan manusia.

Obyek wisata seperti Zealandia nampaknya sangat bagus bila diterapkan di negara kita agar generasi penerus nantinya tahu keanekaragaman spesies binatang yang tersebar di seluruh nusantara.

  
Tujuh Keajaiban Dunia dengan Sistem Idol
MASYARAKAT Indonesia terkejut saat Candi Borobudur tidak lagi masuk dalam tujuh keajaiban dunia. Keterkejutan itu terjadi pada 2006, saat pemilihan berdasarkan sistem idol (suara terbanyak) pertamakali dilakukan.

Cara pemilihan yang tergolong baru di dunia situs sejarah dan alam ini mengundang kritik. UNESCO yang berwenang menetapkan situs-situs warisan dunia, langsung menegaskan bahwa pemilihan tersebut tidak ada kaitannya dengan badan internasional tersebut.

Terlepas dari itu, selama ini, memang sudah beberapakali terjadi metamorfosis penetapan keajaiban dunia. Dalam wikipedia disebutkan, awalnya keajaiban dunia dipilih berdasarkan puisi seorang petualang bernama Antipater Sidon pada 140 Sebelum Masehi.

Cara pemilihan terus berkembang dan ditetapkan oleh lembaga berbeda-beda. Akhirnya semua pemilihan itu dikategorikan berdasarkan waktu pembuatan dan objeknya. Mulai dari keajaiban dunia kuno, keajaiban dunia pertengahan, keajaiban dunia alami, keajaiban dunia bawah air, keajaiban dunia modern, dan keajaiban dunia baru.

Candi Borobudur masuk dalam keajaiban dunia modern. Sedangkan new 7 wonders yang dimulai 2006 dan diumumkan 2007 masuk kategori keajaiban dunia baru.

Kini, keajaiban dunia baru memasuki pemilihan kedua. Indonesia masuk lewat binatang purba komodo yang hidup di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Perkembangan perolehan suara bisa dilihat di situs resmi new7wonders.com.

Sayangnya bukan suara keseluruhan, tetapi berdasarkan kategori tertentu, semisal, ranking perolehan suara berdasarkan gender, berdasarkan usia, dsb. Biasanya komodo masuk dalam 15 besar. Namun tidak jarang pula menempati posisi kedua dari belakang.

Awal Desember, komodo menyodok peringkat menjadi nomor enam. Kategori peringkat itu berdasarkan perkembangan atau pertumbuhan pemilih selama satu bulan, Desember 2010. (Lin/X-13)
MORE INFO













 

gayus

Tersandera Kasus Gayus, Polri Harus Mutasi Pati

Jum'at, 28 Januari 2011 - 13:37 wib

Gayus Tambunan
JAKARTA - Polisi dinilai sudah tersandera kasus Gayus Tambunan selama setahun belakangan. Karena itu Kapolri Jendral Timur Pradopo diminta segera melakukan mutasi besar-besaran terhadap pejabat-pejabat yang ada di Bareskrim.

Hal ini dimaksudkan agar kasus Gayus yang melibatkan sejumlah petinggi Polri dapat diungkap secara clear.

"Hanya karena Gayus, karena segelintir oknum polisi, institusi Polri tersandera selama setahun ini. (Polisi) terus-menerus dihujat masyarakat dalam kasus Gayus. Padahal yang bertanggungjawab kan hanya satu-dua. Ya bisa dihitung dengan jari lah," tegas Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane kepada wartawan, Jumat, (28/1/2011).

Sebelumnya, IPW juga mendesak KPK agar segera memanggil enam anggota polisi yang diduga mengetahui aliran dana dari terdakwa kasus mafia pajak Gayus Tambunan.

Menurut Neta, Enam orang tersebut berinisial P, E, R, I, S, H. Salah satu dari keenam anggota Polri itu adalah penyidik di Propam Mabes Polri.

Sementara anggota polisi yang diduga menerima aliran dana dari Gayus itu, Neta menyebut ada empat orang. Sayangnya dia enggan membeberkan secara rinci siapa saja inisial keempat polisi tersebut dengan alasan takut menghilangkan barang bukti. 

Armada band

Profil Armada Band dan Foto Rizal Sang Vokalis

Profil Armada Band dan Foto Rizal Sang Vokalis - digawangi oleh Rizal (vokal), Andith (drum), Endra (bass), Mai (gitar) dan Radha (gitar). Band ini sebelumnya bernama Kertas.
Kertas kemudian melejit menjadi salah satu band yang diperhitungkan di Palembang. Beberapa festival mereka ikuti dan hasilnya tidak mengecewakan. Dari beberapa prestasi yang mereka raih yakni, Rizal dinobatkan sebagai The Best Vocalist Festival Cyberb Tech Universitas Bina Dharma 2004 dan juga jadi finalis 3 Besar Dream Band 2005 untuk Daerah Jakarta dan Bandung.

Seiring dengan prestasi yang diraih, cukup banyak tawaran manggung. Sampai suatu ketika, saat mereka manggung di satu daerah di Sumatera, seorang produser dari Jakarta menawari mereka untuk rekaman album dan hijrah ke Jakarta.

Tawaran itu langsung mereka terima dan mereka pun ‘terbang’ ke Jakarta. Mereka merilis album perdana bertajuk “Kekasih Yang Tak Dianggap” pada November 2006 yang membuat band ini mendadak ngetop di blantika musik Indonesia. Penggarapan album perdana ini banyak dibantu musisi senior seperti Adith The Fly, Benny Vena, Ian Protonema, Heydie Ibrahim eks Power Slaves, DD Crow Roxx, dan Andy Juliet.

Euforia rekaman album perdana tersebut, membuat personel KERTAS Band terlena. Kontrak album tidak dipelajari dengan seksama, termasuk soal royalti dan pembagian honor manggung. Alhasil, ketika kemudian muncul pertanyaan soal itu, label “berkilah” sudah diatur semua di kontrak.

Kini, sembari menjalani proses hukum yang terjadi dengan label lamanya, anak-anak KERTAS Band mencoba “lahir” baru. Diawali dengan perubahan nama menjadi ARMADA Band. Sayangnya, karena “stres” lantaran menghadapi persoalan hukum, Argha memilih kembali ke Palembang. “Dia sedih banget, sampai akhirnya pilih balik ke Palembang,” jelas sang drumer, Andhit.

ARMADA langsung masuk ke manajemen baru. Tentu belajar dari pengalaman, kini mereka lebih berhati-hati membaca kontrak dan semua perjanjian yang menyangkut nasib band ini. “Kita sadar kok, kalau dengan ini artinya kita kembali lagi ke awal atau nol lagi,” kata Rizal. (sumber: hariansumutpos.com)




PProfil SM*SH BoyBand Indonesia | Foto Boy Band SM*SH - Berikut ini adalah berita tentang Boy Band Indonesia terbaru yang menamakan dirinya sebagai SM*SH yang merupakan kepanjangan dari Seven Man As Seven Heroes (7 orang sebagai 7 pahlawan). BoyBand SM*SH asal Indonesia ini telah mengeluarkan single terbaru mereka yang berjudul I HEART YOU, anda pun sekarang sudah bisa download video I Heart You dari SM*SH BoyBand Indonesia ini ataupun mencari lirik lagu I heart You dari SM*SH yang kini sudah banyak beredar di internet.

Dan kali ini saya akan berbagi tentang Profil SM*SH BoyBand Indonesia ini, namun karena masih belum cukup terkenal jadi kali ini saya hanya bisa memberikan Foto dan Video BoyBand SM*SH yang mungkin anda telah menjadi idola barunya.

Para personil yang tergabung dalam Boy Band SM*SH ini terdiri dari Morgan Oey, Rangga Dewamoela S, Rafael, Dicky M Prasetya, reza anugrah, Muhammad Ilham Fauzi, dan juga Bisma Karisma. Itulah tadi Nama Personil SM*SH yang perlu anda tau jika anda adalah penggemar Boyband asal Indonesia ini.

Namun, jika ada penggemar pastinya juga ada yang tidak gemar terlebih mereka yang tergabung dalam SM*SH adalah pendatang baru yang ingin ikut meramaikan musik tanah air. Ada yang suka dengan dandanan mereka yang selalu menawan, tapi banyak juga yang menganggap mereka maho. Ada yang suka dengan tarian atau dance disetiap penampilan SM*SH, namun ada juga yang menganggap hal itu norak.

Dan saya disini hanya ingin bersikap netral, saya memang tidak begitu suka dengan musik seperti ini, namun saya juga setuju jika SM*SH ikut menyemarakkan industri musik tanah air, terlebih dengan kejenuhan telingan saya dengan musik beraroma melayu.

Nah, buat anda yang ingin kenal dekat dengan SM*SH BoyBand Indonesia ini, berikut sedikit Foto Profil  dan video andalan mereka yang berjudul "I HEART YOU", apakah tampang mereka jauh dari Boyband Asia yang sudah dulu terkenal??silahkan anda putuskan...

Morgan Oey
Rangga Dewamoela S
Rafael
Dicky M Prasetya
Reza anugrah
Muhammad Ilham Fauzi
Bisma Karisma

Punk In Love

Punk In Love

Punk In Love
Sutradara Ody C. Harahap
Produser Raam Punjabi
Pemeran Vino G. Bastian
Andhika Pratama
Yogi Finanda
Aulia Sarah
Catherine Wilson
Davina Veronica
Girindra Kara
Musik oleh Joseph S. Djafar
Penyunting Aline Jusria
Distributor MVP Picture
Durasi ... menit
Negara Indonesia
Punk In Love merupakan film Indonesia yang dirilis pada 9 Juli 2009 yang disutradarai oleh Ody C. Harahap. Film ini dibintangi antara lain oleh Vino G. Bastian, Andhika Pratama, Yogi Finanda, Aulia Sarah, Catherine Wilson, Girindra Kara, dan Davina Veronica.

Sinopsis

Diawali oleh percobaan bunuh diri yang menghebohkan kota Malang, empat anak Punk, Arok (Vino G. Bastian), Yoji (Andhika Pratama), Mojo (Yogi Finanda), dan Almira (Aulia Sarah) tanpa pikir panjang memutuskan untuk pergi ke Jakarta untuk menyatakan cinta pada seorang cewek pujaan. Dengan modal hati dan rambut jigrak kebanggaan, perjalanan sepanjang pulau Jawa yang maunya biasa malah jadi luar biasa.
Kebanjiran, kejar-kejaran dengan bis maut di sepanjang jalur Pantura, berantem dengan tukang sate, dan seabrek petualangan konyol tapi seru akhirnya dilakoni di sepanjang jalan. Bromo, Cepu, Pati, Semarang, Cirebon, jadi saksi jungkir-baliknya anak-anak Punk ini mempertahankan idealismenya, sekaligus membuka jati diri mereka satu demi satu: rambut boleh jigrak tapi hati tetep... dangdut!

bondan prakoso

Bondan Prakoso



Bondan Prakoso
Bondan Prakoso.jpg
Nama lahir Bondan Prakoso
Lahir 8 Mei 1984 (umur 26)
Bendera Indonesia Indonesia
Pekerjaan Penyanyi, Musikus
Tahun aktif 1988 - sekarang
Pasangan Margareth
Orang tua Lili Yulianingsih (ibu)
Sisco Batara (ayah)
Bondan Prakoso (lahir 8 Mei 1984; umur 26 tahun) adalah pemusik Indonesia yang mengawali karier bermusik sebagai penyanyi cilik di tahun 80-an. Berkat album Si Lumba-lumba namanya melambung. Alumni D3 Sastra Belanda Universitas Indonesia ini memulai karier remaja dan dewasanya saat membentuk band Funky Kopral ditahun 1999 hingga tahun 2002. Kini ia membentuk band baru bernama Bondan Prakoso & Fade 2 Black.

Daftar isi

[sembunyikan]

Profil

Bondan Prakoso adalah anak kedua dari tiga bersaudara pasangan dari Lili Yulianingsih dan Sisco Batara ini mengawali kariernya sebagai penyanyi cilik di era 80-an hingga awal tahun 90-an. Album perdananya yang bertitel Si Lumba-Lumba sukses dipasaran dan mencuatkan namanya.
Ditahun 1999, Bondan membentuk band Funky Kopral , sebagai bassis, hingga merilis 3 buah album. Bahkan album kedua band ini diganjar penghargaan AMI Sharp Awards ditahun 2001 untuk kategori Group Alternatif Terbaik. Ditahun 2003, Funky Kopral merilis album ketiga mereka dengan kolaborasi bersama Setiawan Djodi dengan hits singel Tokek dan lagi-lagi diganjar penghargaan AMI Sharp Awards ditahun 2003 untuk kategori Kolaborasi Rock Terbaik.
Sayang, setelah album ketiga mereka dirilis, band ini bubar. Hingga ditahun 2005 ia memebentuk band baru bernama Bondan Prakoso & Fade 2 Black dengan genre musik Pop Rock yang dipadu dengan Rap. Dengan band barunya ini, Bondan diganjar penghargaan serupa, yakni AMI Sharp Awards ditahun 2008 untuk kategori Group Rap Terbaik.
Sebelumnya, ditahun 2006 Bondan bersama 12 orang pemain bass dari berbagai band di Indonesia seperti Thomas "GIGI", Rindra "Padi", Bongky "BIP", Adam Sheila on 7 dan bassis Indonesia lainnya diganjar penghargaan oleh MURI untuk penghargaan Penampilan Bassis terbanyak dalam satu panggung.

Kehidupan pribadi

Pada tanggal 17 Desember 2007, Bondan menikahi kekasihnya yang bernama Margareth atau yang akrab disapa Margie yang bertempat di Restoran Cibintung, Ciputat, Tangerang, dengan mas kawin berupa seperangkat alat salat dan 17 gram emas.

Diskografi

  • Solo
    • 8 buah album anak-anak (1988-1995)
    • Phsycadelic Sub Rythim (Bass Heroes)
1.Please Dong Ahh(Bersama Rio Saharja)
2.Bunga
3.Feel's Like Home
4.Hidup Berawal Dari Mimpi
5.Siapa
6.Realistic
7.It's All About Soul(Bersama Rio Saharja)
8.Stay On The Line
9.Jazzy Tringual(Besama Rio Saharja)
10.1234
11.Cahya Cinta Sejati
1.Keroncong Protol
2.Xpresikan
3.Kau Puisi
4.Gusti Dewata Mulia Raya
5.Rock On The Beat
6.R.I.P(Rhyme In Peace)
7.Unity
8.Waktu
9.U'll Sorry
10.Rezpector
11.Last But Not Least
12.Wrong Way
13.Microphone XXX
    • (2010)
1. Ya Sudahlah
2. Good Time
3. Tetap Semangat
4. Sang Juara
5. Bumi ke Langit
6. Not With Me
7. S.O.S
8. For All
9. Terinjak Terhempas
10. Kita Selamanya
11. Tidurlah

ST12


ST12 adalah grup musik beraliran musik Melayu. ST12 didirikan di Bandung oleh Ilham Febry alias Pepep (drum), Dedy Sudrajat alias Pepeng (gitar), Muhammad Charly van Houten alias Charly (vokal), dan Iman Rush (gitar).

Awalnya, keempat personel ini tak saling kenal, meski mereka telah lama berkecimpung di dunia musik. Mereka mulai akrab setelah sering bertemu di studio rental di Jalan Stasiun Timur 12, Bandung, milik Pepep. Mereka pun akhirnya resmi mendirikan ST12 pada tanggal 20 Januari 2005. Nama ST12 yang merupakan kependekan dari Jl. Stasiun Timur No. 12 adalah nama pemberian ayah Pepep, Helmi Aziz.

Meski keempat personel ini memiliki aliran musik favorit yang berbeda, Charly menggemari jazz, Pepep suka jazz dan rock, sementara Pepeng tumbuh bersama musik rock, namun mereka kompromi untuk membuat ST12 beraliran melayu.

ST12 terpaksa merilis album perdana mereka melalui jalur independent (indie) karena tak ada label yang mau menampung mereka. Sayang, pada bulan Oktober 2005, saat tur promosi album di Semarang, Iman Rush meninggal akibat pecah pembuluh darah di otak.
Trinity Optima Production mulai melirik ST12 setelah album perdana, JALAN TERBAIK (2005), meraih sukses. Album kedua, P.U.S.P.A (2008) yang didedikasikan untuk Iman, dirilis di bawah label Trinity.{STSeti/febri}


Charly (vokal) merupakan grup band asal Bandung yang meroket pamornya lewat hit Aku Masih Sayang, di album kedua ini mereka tidak hanya sekadar mempertahankan konsep bermusik pop bercorak Melayu yang terasa easy listening.

”Tetapi dari 12 lagu yang ada di album kedua, kita mencampurkan beberapa aliran musik, seperti disko, reggae dan akustik,” kata Pepep, drummer sekaligus pemrakarsa terbentuknya ST 12, saat berbincang dengan Republika di Jakarta, Senin (12/5)......

Meski menyisipkan corak ‘asing’, Pepep menegaskan bukan berarti mereka meninggalkan identitas musikal ST 12 yang dikenal sebagai pengusung musik pop-Melayu. ”Kita hanya ingin mengambil segmentasi pendengar yang lebih luas,” kata musisi ini menerangkan seputar penyisipan musik disko dan reggae di album kedua ST 12.

”Harus kita sadari bahwa orang punya cara dan selera yang berbeda dalam menikmati musik. Ada yang butuh musik menghentak, mellow, atau minimalis ornamen yang mengedepankan harmonisasi. Semua itu yang kita suguhkan di album kedua ini,” kata Pepep menjelaskan kembali.

Sementara Charly van Houtten, vokalis ST 12, menambahkan bahwa warna musik disko dan reggae yang hadir d album kedua masih tetap mengedepankan identitas musikalisasi grup musik ini.

”Tetap ada unsur Melayunya,” kata pria yang memiliki cengkok vokal Melayu ini.
Charly mengungkapkan lagu yang dihadirkan dalam versi disko berjudul Cinta Jangan Dinanti-nanti. Selanjutnya tembang bertajuk Saat Kau Jauh (S.K.J) dikemas secara reggae. Selain kedua lagu tadi, masih ada dua lagu lagi yang dihadirkan dalam konsep baru ST 12. Kedua lagu tersebut berjudul saat terakhir dan Cinta Tidak Direstui. ”Keduanya kita hadirkan dalam konsep slow akustik. Artinya kita tidak hanya menghadirkan permainan akustik itu sebagai pembukanya saja, tetapi disajikan secara full akustik.”

Single andalanUntuk album kedua ST 12 justru menempatkan single berjudul Puspa sebagai lagu andalannya. Puspa ini merupakan kependekan dari Putuskan Saja Pacarmu. Tembang ini, kata Pepep, masih tetap ST 12 banget. ”Musikalisasinya masih tetap warna musik ST 12 asli dan masih terus dipertahankan. Saat orang mendengar lagu ini, maka mereka akan bisa mengenali bahwa ini adalah ST 12.”

Sebagai lagu andalan, Trinity Optima Production selaku label recording tempat ST 12 bernaung, secara khusus langsung membuatkan video klip untuk single Puspa. Dalam video klip ini dihadirkan aktris Luna Maya sebagai modelnya.

Charly menceritakan peran Luna dalam video klip Puspa ini sebagai perempuan yang sudah memiliki kekasih. ”Tetapi saya menyuruh dia agar memutuskan pacarnya, lalu saya meminta kepada dia untuk bilang I Love You kepada saya,” kata pria ini sambil tersipu malu saat menceritakan konsep dari video klip Puspa ini.

Sementara, Luna Maya, yang duduk di dekat ketiga personel ST 12, menjelaskan tentang perannya di video klip terbaru ST 12. ”Ini kan tuntutan profesionalisme kerja saja,” katanya singkat.

Untuk video klip Puspa ini, ST 12 dan Trinity memberikan kepercayaannya kepada sutradara Guntur. Clippers muda ini sebelumnya pernah menggarap video klip ST 12 yang berjudul Rasa yang Tertinggal. Sementara itu debut album ST 12 yang dilansir tiga tahun silam berjudul Aku Tak Sanggup Lagi menorehkan prestasi penjualan lebih dari 300 ribu keping.

Berkat penjualan tersebut, pihak Trinity memberikan penghargaan double platinum kepada grup yang menyingkat ST 12 dari nama lokasi di kawasan Bandung, yakni Stasiun Timur Nomor 12.

Walau kehilangan seorang personel, ST12 mampu bertahan dan mendulang sukses di album perdananya. Ciri khas ST 12 yang membawakan lagu melayu memang terasa mantap dibawakan Charly, sang vokalis, memang menjadikan ST12 band yang berkarakter.

album kedua ST12 ini banyak disukai oleh masyarakat indonesia. Kuping orang Indonesia mudah menyerap lagu-lagu dari ST12. Terbukti dalam waktu tiga bulan saja band ini berhasil menggondol Double Platinum. Selain copy albumnya menembus angka penjualan 150 ribu, RBT-nya pun diunduh sebanyak 1 juta.Kenang Iman Rush

JAKARTA INDONESIA,
KESETIAKAWANAN menjadi pedoman yang dipegang teguh oleh kelompok musik pop asal Bandung, ST12, ini dibuktikannya (Jumat, 4 Juli 2008), di Jakarta. Lewat acara launching album terbaru mereka bertajuk “PUSPA”, ST12 mencurahkan perasaannya kepada penonton tentang mendiang kawannya yang telah meninggal dunia, Iman Rush.

ST12 adalah grup band yang memiliki formasi awal dengan empat personel; Charly (vokal), Pepep (dram) dan Pepeng (gitar),dan Iman Rush (gitaris). Setelah ditinggal Iman Rush, ST12 tetap eksis berkarya dengan dukungan beberapa personal tambahan (additional player).

Dalam album teranyarnya, ST12 mengandalkan tembang “PUSPA” dan “Saat Terakhir” untuk meraih hits diblantika musik Indonesia. Diakui Charly, lagu “Saat Terakhir” merupakan persembahan ST12 untuk kawan mereka yang telah meninggal, Iman Rush.
Dalam konser sekaligus launching semalam, tak bisa dipungkiri, personel ST12 larut dalam kesedihan. Pemicunya adalah lagu “Saat Terakhir” yang membuat sang Vokalis meneteskan air mata.

Sebenarnya lagu “Puspa” bukan lagu dengan intonasi lambat dan mendayu-dayu, seperti kebanyakan lagu sedih. Lagu Puspa yang dibawakan sempurna oleh ST12 memiliki irama riang ala chacha. Liriknya pun jenaka. Simak saja syairnya; “Jangan jangan kau menolak cintaku, jangan-jangan kau tak trima cintaku. Putuskanlah saja pacarmu, lalu bilang I Love You padaku,” begitu penggalan lirik bagian reffrain lagu itu.
Bagi seluruh personel ST12, Iman Rush adalah sosok yang baik dan setia kawan. “Iman adalah pedoman hidup dan inspirator kami,” ujar Pepep.{STSETIA/FEBRI}






































Rabu, 26 Januari 2011

crop cyrcle

Tim ahli dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) kembali menegaskan bahwa crop circle yang diduga  bekas pendaratan pesawat luar angkasa UFO di Rejosari, Jogotirto, Berbah, Sleman dan di Piyungan, Bantul adalah buatan manusia.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Antariksa LAPAN Sri Kaloka Prabotosari setelah melakukan penelitian ulang di dua crop circle di areal persawahan tersebut, Rabu (26/1) siang. Sebelumnya, Selasa (25/1) malam, tim dari LAPAN telah melakukan penelitian dan mengambil sejumlah sampel di crop circle Berbah dan Piyungan

“Pembuatnya lebih dari satu orang. Sebab, pengerjaan crop circle di Berbah ini durasinya hanya sekitar lima jam,” kata Sri, kemarin. Durasi lima jam itu merujuk dari keterangan para saksi bahwa crop circle pertama diketahui pada Minggu (23/1) sekitar pukul 05.00. Padahal, malam sebelumnya (Sabtu, red) sekitar 23.00, salah seorang warga setempat, Heri Supriyanto, mengaku tidak melihat keanehan di tujuh patok sawah itu.

Menurut Sri, para pembuat crop circle itu merobohkan tanaman padi menggunakan papan yang ditekan. Ditemukannya bekas tancapan patok di pusat crop circle menguatkan dugaan bahwa bentuk geometris itu dibuat dengan jalan mengaitkan papan dengan tali yang diikatkan pada patok (model jangka, red).

“Para pembuatnya minimal menguasai teori matematika, mekanika, dan geometri. Crop circle di Berbah yang hampir mendekati sempurna menunjukkan bahwa para pembuatnya tergolong cerdas,” ungkap Sri. Sebab, lanjut dia, mengaplikasikan desain dari kertas ke areal persawahan dengan luas mencapai sekitar 70 meter persegi bukan hal mudah. Apalagi pengerjaannya pada malam hari.

Selain menemukan bekas tancapan patok di pusat crop circle Berbah, Sri yang didampingi peneliti astronomi LAPAN Nizam Ahmad juga menemukan sejumlah bukti lain yang menunjukkan bahwa crop circle itu buatan manusia.

“Dari lingkar luar dan lingkar tengah, terdapat sejumlah jalur menuju pusat crop cirle. Jalur itulah yang dilewati para pembuatnya,” ujar Nizam. Selain itu, kalau memang crop circle adalah bekas pendaratan UFO, berarti tanaman padi roboh karena tekanan dari atas.

Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa tanaman padi roboh searah jarum jam. Sedangkan tanaman padi yang terdapat di sekitar patok beton pembatas pipa pertamina masih berdiri tegak. “Sebab, papan yang digunakan untuk merobohkan padi terbentur pada sejumlah patok beton itu,” papar Nizam.

Pemilihan lokasi pembuatan crop circle di sebelah tenggara bukit Suru menunjukkan kalau pembuatnya juga ingin menikmati hasil karyanya bisa dinikamti secara jelas dari atas bukit. Berbeda dengan crop circle yang terdapat di Piyungan Bantul yang sulit dinikmati keindahannya karena jauh dari tempat yang lebih tinggi.

“Diameter crop circle di Piyungan Bantul jauh lebih kecil dari yang ada di Berbah. Desainnya juga lebih sederhana. Bisa dikatakan lebih indah crop circle yang ada di Berbah,” pungkas Nizam. (leo)