Jumat, 28 Januari 2011


  
Tujuh Keajaiban Dunia dengan Sistem Idol
MASYARAKAT Indonesia terkejut saat Candi Borobudur tidak lagi masuk dalam tujuh keajaiban dunia. Keterkejutan itu terjadi pada 2006, saat pemilihan berdasarkan sistem idol (suara terbanyak) pertamakali dilakukan.

Cara pemilihan yang tergolong baru di dunia situs sejarah dan alam ini mengundang kritik. UNESCO yang berwenang menetapkan situs-situs warisan dunia, langsung menegaskan bahwa pemilihan tersebut tidak ada kaitannya dengan badan internasional tersebut.

Terlepas dari itu, selama ini, memang sudah beberapakali terjadi metamorfosis penetapan keajaiban dunia. Dalam wikipedia disebutkan, awalnya keajaiban dunia dipilih berdasarkan puisi seorang petualang bernama Antipater Sidon pada 140 Sebelum Masehi.

Cara pemilihan terus berkembang dan ditetapkan oleh lembaga berbeda-beda. Akhirnya semua pemilihan itu dikategorikan berdasarkan waktu pembuatan dan objeknya. Mulai dari keajaiban dunia kuno, keajaiban dunia pertengahan, keajaiban dunia alami, keajaiban dunia bawah air, keajaiban dunia modern, dan keajaiban dunia baru.

Candi Borobudur masuk dalam keajaiban dunia modern. Sedangkan new 7 wonders yang dimulai 2006 dan diumumkan 2007 masuk kategori keajaiban dunia baru.

Kini, keajaiban dunia baru memasuki pemilihan kedua. Indonesia masuk lewat binatang purba komodo yang hidup di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Perkembangan perolehan suara bisa dilihat di situs resmi new7wonders.com.

Sayangnya bukan suara keseluruhan, tetapi berdasarkan kategori tertentu, semisal, ranking perolehan suara berdasarkan gender, berdasarkan usia, dsb. Biasanya komodo masuk dalam 15 besar. Namun tidak jarang pula menempati posisi kedua dari belakang.

Awal Desember, komodo menyodok peringkat menjadi nomor enam. Kategori peringkat itu berdasarkan perkembangan atau pertumbuhan pemilih selama satu bulan, Desember 2010. (Lin/X-13)
MORE INFO













 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar